Bagaimana pengaruh teknologi informasi dan komunikasi (tik) terhadap ilmu pendidikan
Teknologi informasi dan komunikasi mempermudah kehidupan manusia.
Jika menggunakan alat teknologi informasi dan komunikasi, dua benua akan
terasa tidak berjarak. Kehadiran komputer, internet, telepon seluler, dan berbagai
alat teknologi informasi dan komunikasi membuat arus informasi semakin lancar.
Teknologi informasi dan komunikasi sangat dirasakan kebutuhan kepentingannya
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi.
Penanganan ini meliputi pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan,
penyebaran, dan penyajian informasi. Jadi, TIK adalah teknologi yang
berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan,
penyebaran, dan penyajian informasi.
Ditinjau dari susunan katanya, teknologi informasi dan komunikasi
tersusun dari 3 (tiga) kata yang masing-masing memiliki arti sendiri. Kata
pertama, teknologi, berarti pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material
dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Istilah teknologi
sering menggambarkan penemuan alat-alat baru yang menggunakan prinsip dan
proses penemuan saintifik. Kata kedua dan ketiga, yakni informasi dan
komunikasi, erat kaitannya dengan data. Informasi berarti hasil pemrosesan,
manipulasi dan pengorganisasian sekelompok data yang memberi nilai
pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya. Komunikasi adalah suatu proses
penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain
agar terjadi hubungan saling mempengaruhi di antara keduanya.
Teknologi bearsal dari dari bahasa Yunani yaitu Technologia menurut
Webset Dictionary berarti systematic treatment atau penanganan sesuatu secara
sistematis, sedangkan techne sebagai dasar kata teknologi berarti skill, science
atau keahlian, keterampilan, ilmu. Kata teknologi secara harfiah berasal dari
bahasa latin texere yang berarti menyusun atau membangun, sehingga istilah
teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan mesin, meskipun dalam arti
sempit hal tersebut sering dgunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Téknologi merupakan metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu
pengetahuan terapan atau keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang
yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia; Teknologi
adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan
bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.Dunia pendidikan termasuk yang paling diuntungkan dengan kemajuan
Teknologi, Informasi dan Teknologi (TIK) ini, karena memperoleh manfaat yang
luar biasa. Mulai dari eksplorasi mater-materi pelajaran yang berkualitas seperti
literatur, jurnal dan buku, membangun forum-forum diskusi ilmiah, sampai
konsultasi/ diskusi dengan para pakar di duani, semua ini dapat dimudahkan dan
dilakukan tanpa mengalami batas karena manusia dapat melakukannya sendiri.
Sistem pembelajaran berbasis TIK ini merupakan revolusi terakhir atau
kelima dalam sistem pembelajaran. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Eric
Ashby dalam Rusman dkk, revolusi yang terjadi itu adalah sebagai berikut :
1. Revolusi pertama terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan anaknya
kepada eorang guru baik itu di padepokan, perguruan, pesantren atau sekolah.
2. Revolusi kedua terjadi ketika tulisan untuk keperluan pembelajaran. Melalui
tulisan ini dapat membuka akses yang sangat luas, sehingga informasi dapat
disimpan dan dipanggil kembali.
3. Revolusi ketiga terjadi seiring dengan ditemukannya mesin cetak sehingga
materi pembelajaran dapat disajikan melalui media cetak, seperti buku teks,
modul, majalah dan lain-lain.
4. Revolusi keempat terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik dalam
kegiatan pembelajaran seperti radio, tape recorder dan televisi untuk
pemerataan dan perluasan pendidikan.
5. Revolusi kelima yaitu saat ini dengan pengemasan dan pemanfaatan
teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Khususnya
teknologi komputer dan internet untuk kepentingan peningkatan kegiatan
pembelajaran.
Terkait dengan Perubahan Paradigma Pembelajaran, BNSP merumuskan
16 prinsip pembelajaran yang harus dipenuhi dalam proses pendidikan abad ke-
21, yaitu:
a. dari berpusat pada guru menuju berpusat pada pesrta didik,
b. dari satu arah menuju interaktif,
c. dari isolasi menuju lingkungan jejaring,
d. dari pasif menuju aktif-menyelidiki,
e. dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata,
f.
dari pribadi menuju pembelajaran berbasis tim,
g. dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan,
h. dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke sehala penjuru,
i.
dari alat tunggal menuju alat multimedia,
j.
dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif,
k. dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan,
l.
dari usaha sadar tunggal menuju jamak,
m. dari satu ilmu dan teknologi bergeser menuju pengetahuan disiplin
jamak,
n. dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan,
o. dari pemikiran faktual menuju kritis, dan
p. dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan.
Sementara hal yang senada dikemukakan dalam Pemendikbud No. 65
tahun 2013 tentang Standar Proses, yang merumuskan 14 prinsip pembelajaran,
terkait dengan implementasi Kurikulum 2013, yang meliputi:
a. dari pesertadidik diberi tahu menuju pesertadidik mencari tahu;
b. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajarmenjadi belajar berbasis
aneka sumberbelajar;
c. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan
pendekatan ilmiah;
d. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis
kompetensi;
e. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
f.
dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju
pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
g. dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
h. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills)
dan keterampilan mental (softskills)
.
pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan
peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
j.
pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi
keteladanan(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo
mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam
proses pembelajaran (tut wuri handayani);
k. pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di
masyarakat;
l.
pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru,
siapa saja adalah pesrta didik, dan di mana saja adalah kelas.
m. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
n. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta
didik.
Teknologi Informasi dan Komunikasi memfokuskan pada proses
bagaimana teknologi perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware)
digunakan untuk mengkomunikasikan pengetahuan, keterampilan, atau sikap
kepada pembelajar, sehingga pembelajar mengalami perubahan perilaku
sebagaimana yang diharapkan. Teknologi Informasi dan Teknologi adalah alat
yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi
informasi. Dalam sistem ini interaksi antara pengajar (guru) dan peserta (murid)
ajar tidak harus saling bertatap muka (bertemu) secara fisik seperti halnya dalam
sistem pendidikan konvensional, mereka bertemu dalam ruang teknologi
informasi (internet) dengan memanfaatkan suatu media yang disebut komputer.
Beberapa media yang dapat digunakan dalam pembelajaran berbasis Teknologi
Informasi dan Teknologi ( ICT), adalah:
1) Internet.
Internet adalah media sesungguhnya dalam pendidikan berbasis TI,
karena perkembangan internet kemudian muncul model-model e-learning,
distance learning, web base learning, dan istilah pendidikan berbasis TI
lainnya. Internet merupakan jaringan k omputer global yang mempermudah, mempercepat akses dan distribusi informasi dan pengetahuan (materi
pembelajaran) sehingga materi dalam proses belajar mengajar selalu dapat
diperbaharui. Sudah seharusnya dalam penerapan pendidikan berbasis TI
tersedia akses internet. Saat ini wilayah Indonesia yang terjangkau jaringan
internet semakin meluas hal ini sebagai dampak dari perkembangan yang
pesat dari jaringan telekomunikasi. Mulai dari jaringan telpon rumah/kantor,
jaringan Speedy telkom, leased line ISP, sampai dengan komunikasi melalui
GPRS, 3G, HSDPA dengan memanfaatan modem GSM dan CDMA dari
provider seluler adalah sederetan teknologi yang dapat digunakan untuk
akses internet. Dengan kata lain, saat ini tersedia banyak pilihan teknologi
untuk melakukan koneksi pada jaringan global. Menurut Haughey dalam
Suhariyanto, mengungkapkan bahwa pemanfaatan internet dalam media
pembelajaran dapat dilakukan dalam tiga bentuk, yaitu :
2) Web Course, yaitu: Penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran,
dimana seluruh bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan
dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet. Bentuk ini tidak
memerlukan tatap muka baik untuk pembelajaran maupun evaluasi dan
ujian. Proses pembelajaran sepenuhnya dilakukan melalui penggunaan
e-mail, chat rooms, bulletin board dan online conference. Bentuk ini
juga biasa digunakan untuk pembelajaran jarak jauh (distance
education/learning). Aplikasi bentuk ini antara lain Virtual
campus/university.
3) Web Centric Course, Sebagian bahan belajar, diskusi, konsultasi,
penugasan, dan latihan disampaikan melalui internet, sedangkan ujian
dan sebagian konsultasi, diskusi dan latihan dilakukan secara tatap
muka. Dalam bentuk ini presentasi tatap muka lebih sedikit
dibandingkan penggunaan internet. Pusat kegiatan pembelajaran
bergeser dari kegiatan kelas melalui kegiatan melalui internet. Sama
dengan web course siswa dan guru terpisah, tetapi pada waktu-waktu
yang telah ditetapkan mereka bertatap muka. Bentuk ini banyak diterapkan diperguruantinggi-perguruan tinggi yang menerapkan sistem
belajar off campus.
4) Web Enhanced Course, yaitu Pemanfaatan internet untuk pendidikan,
untuk menunjang peningkatan kualitas kegiatan pembelajaran di kelas.
Bentuk ini juga dikenal dengan istilah web lite course, karena kegiatan
pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas. Bentuk ini lebih
dominan kegiatan tatap muka dibanding penggunaan internet sebagai
media pembelajaran. Bentuk ini dirujuk sebagai langkah awal untuk
menyelenggarakan pembelajaran berbasis internet, sebelum
menyelenggarakan pembelajaran dengan internet secara lebih
kompleks.
6. Keunggulan dan Manfaat TIK
a. Keuntungan Adanya Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia
Pendidikan
Munculnya TIK membawa beberapa keuntungan, terutama di sektor
pendidikan. Berikut adalah keuntungan yang dirasakan dunia pendidikan dengan
adanya TIK Berbagi informasi, informasi yang dimuat dalam internet akan
mudah dimanfaatkan orang lain di penjuru dunia dengan cepat.
1) Konsultasi dengan para ahli, konsultasi dangan para ahli di bidangnya dapat
dilakukan dengan mudah walaupun terpisah jarak yang jauh.
2) Perpustakaan online (e-library), perpustakaan dalam bentuk digital ini
memungkinkan kita agar mudah dalam mencari referansi buku yang kita
inginkan. Jadi kita tidak harus mengunjungi perpustakaan dan mencari buku
yang kita inginkan secara manual
3) Diskusi online, diskusi yang dilakukan melalui internet berupa chat, e-mail,
dan forum.
4) Kemudian keuntungan yang dirasakan dunia pendidikan dengan adanya TIK
bagi pelajar, antara lain:
5) Dapat mengakses berbagai informasi dan memperoleh sumber ilmu
pengetahuan dengan mudah.
6) Akses ke para ahli lebih mudah karena tidak dibatasi jarak dan waktu
7) Materi pelajaran dapat disampaikan interaktif dan menarik
8) Melalui belajar jarak jauh dapat menghemat biaya dan waktu.
9) Dapat berbagi informasi dan hasil penelitian dengan lembaga pendidikan lain
10) Dapat memberi layanan yang lebih baik kepada para peserta didik.
11) Dapat menjangkau peserta didik yang tempatnya sangat jauh.
12) Melalui perpustakaan online, dapat menekan biaya untuk menyediakan buku.
Komentar
Posting Komentar