iman

Iman (bahasa Arab: الإيمان) secara etimologis berarti 'percaya'.Iman menurut bahasa adalah percaya dan membenarkan, sedangkan menurut istilah adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan melaksanakan dengan anggota badan.

Iman merupakan kepercayaan (yang berkenan dengan agama), keyakinan dan kepercayaan kepada Allah, nabi, kitab, dan sebagainya.

Iman diyakini dalam hati, yaitu dengan mempercayai dan meyakini dengan sepenuh hati adanya alam semesta dan segala isinya.

Ada beberapa pengertian mengenai iman, salah satunya menurut istilah.

                    Iman menurut Istilah

Dalam buku Ensiklopedi Iman (2016) karya Syaikh Abdul Majid Az-Zandani, definisi iman menurut istilah syara' adalah iman terkadang diartikan sebagai tashdiq (memercayai) seperti makna linguistiknya.


Dalam firman Allah SWT surah Yusuf ayat 7:


Artinya: Engkau tentu tidak akan percaya kepada kami sekalipun kami berkata benar."


Al Quran menyebutkan tentang iman dengan menggunakan lafal yaqin (meyakini) yang didukung oleh bukti-bukti sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 4.


Artinya: "Dan mereka yakin dengan adanya hari akhirat."


Dalam firman Allah SWT surah lain, yakni Surah Al-An'am ayat 75.


Artinya: "Dan demikianlah kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (kami yang terdapat) di langit dan bumi dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin."

secara istilah, iman didefinasikan beragam pendapat:


Menurut Imam Malik, Asy Syafi’i, Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, iman adalah pembenaran dengan hati, pengakuan dengan lisan, dan aman dengan anggota badan. Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan.

Banyak di antara ulama madzhab Hanafi yang mengikuti definisi sebagaimana yang disebutkan oleh Ath Thahawi. Iman adalah pengakuan dengan lisan dan pembenaran dengan hati.

Ada pula yang mengatakan bahwa pengakuan dengan lisan adalah rukun tambahan saja dan bukan rukun asli.

Sekte Al Karramiyah mengatakan bahwa iman itu hanya pengakuan dengan lisan saja.

Jahm bin Shafwan dan Abul Hasan Ash Shalihi berpendapat bahwa iman itu cukup dengan pengetahuan yang ada di dalam hati

Rukun Iman sendiri terdiri dari 6, yakni:

Iman kepada Allah SWT.

Iman kepada para Malaikat.

Iman kepada kitab-kitab Allah SWT.

Iman kepada Nabi dan Rasul.

Iman kepada hari akhir (kiamat)

Iman kepada Qada dan Qadar.


Komentar

Popular

penemuan drone Asing di Indonesia || di duga milik cina

Apakah itu vaksin

kromosom