Klasifikasi makhluk hidup

 Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Seperti yang telah Burhan sebutkan di pendahuluan sebelumnya, bahwa istilah klasifikasi makhluk hidup merujuk pada kegiatan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan kesamaan atau perbedaan ciri-ciri yang terlihat pada setiap makhluk tersebut.


Kegiatan pengelompokkan ini bukan hal yang mudah, sebab diperlukan ketelitian dalam menentukkan parameter yang digunakan sebagai ciri khas atau pembeda dari organisme lainnya. Itu berarti, diperlukan upaya observasi lebih lanjut pada beberapa organisme yang kemudian dipilih menjadi sebuah kategori atau kelompok.


Parameter yang digunakan dalam pengelompokan makhluk hidup, bisa berdasarkan tempat hidup atau habitat, ukuran dan bentuk, ciri morfologi tau anatomi, serta manfaat dari makhluk hidup tersebut. Ilmu yang mempelajari mengenai klasifikasi makhluk hidup pada tingkat-tingkat berbeda atau takson berbeda dikenal dengan istilah taksonomi yang dipelopori oleh Carolus Linnaeus sebagai bapak taksonomi dunia.


Ilmu taksonomi menjadi salah satu ilmu yang sangat dinamis karena perkembangannya akan terus disesuaikan seiring dengan ditemukannya spesies baru. Oleh sebab itu, pengelompokan makhluk hidup dari awal ditemukan sampai saat ini telah mengalami beberapa kali perkembangan dari mulai sistem klasifikasi 2 kingdom hingga 6 kingdom.


Tahapan Klasifikasi Makhluk Hidup

Pengamatan sifat makhluk hidup

Proses yang dilakukan adalah mengidentifikasi makhluk hidup dengan cara mengamati dari tingkah laku, bentuk morfolofi, anatomi, dan fisiologi (fungsi faal tubuh).


Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri yang diamati

Proses pengelompokkan makhluk hidup dilakukan berdasarkan ciri dan sifat atau persamaan dan perbedaan yang diamati.


Pemberian nama makhluk hidup

Setelah dikelompokkan, langkah klasifikasi selanjutnya adalah member nama makhluk hidup agar lebih mudah dipahami. Sistem penamaan makhluk hidup salah satunya adalah system tata nama ganda (Binomial Nomenclature).


Takson dalam Klasifikasi Makhluk Hidup

Taksonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu taxis yang berarti susunan, penyusunan, penataan atau taxon yang berarti unt dalam klasifikasi objek biologi, dan nomos yang berarti hokum. Tingkatan makhluk hidup pada taksonomi disebut takson. Tiap takson menunjukkan kesamaan sifat yang banyak. Tingkatan takson dari yang paling tinggi hingga paling rendah dituliskan sebagai berikut.



Berikut contoh klasifikasi manusia dengan takson utamanya saja.



Sistem Nama Ganda (Binomial Nomenclature)


Penulisan spesies


Terdiri atas dua kata

Menggunakan huruf latin

Ditulis cetak miringatau cetak tegak tapi digarisbawahi

Kata pertama menunjukkan marga (genus), diawali huruf kapital

Kata kedua menunjukkan penunjuk spesies, diawali huruf kecil

Jika ada dua kata penunjuk spesies, maka untuk hewan kedua kata penunjuk spesies dipisah, sedangkan untuk tumbuhan digabung atau diberi tanda hubung

Varietas tumbuhan dipisah


Contoh penulisan:


Hibiscus rosasinensis atau Hibiscus rosa-sinensis (bunga sepatu)


Panthera tigris sondaica atau Panthera tigris sondaica (harimau jawa)


Penulisan Familia (suku)


Ditambah akhiran –aceae (untuk tumbuhan), dan diakhiri –idea (untuk hewan)

Contoh: Canidae (familia anjing) dan Solanaceae (familia terung-terungan)

Penulisan Ordo (bangsa)


Ditambah akhiran –ales

Contoh: Zingiberales

Penulisan Classis (kelas)


Ditambah akhiran –nae atau diambil dari ciri khas organisme tersebut

Contoh Equisetinae, Mycotina

Sistem Klasifikasi 2 Kingdom

Sistem klasifikasi 2 kingdom pertama kali dikemukakan oleh seorang filsuf yang berasal dari Yunani yakni Aristoteles. Pada zaman tersebut, mikroorganisme belum diketahui sehingga Aristoteles hanya membagi makhluk hidup menjadi dua kelompok saja yakni hewan dan tumbuhan.


Selang beberapa abad setelahnya, seorang ilmuan yang berasal dari Swedia, C. Linnaeus, mulai memperkenalkan sistem klasifikasi modern pada tahun 1735, Organisme uniseluler sudah ditemukan pada saat itu, namun belum diklasifikasikan. Adapun penjelasan mengenai sistem klasifikasi 2 kingdom tersebut adalah sebagai berikut:


Dunia Tumbuhan (Kingdom Plantae)

Tumbuhan merupakan makhluk hidup dengan karakteristik mempunyai dinding sel, berbahan dasar selulosa serta memiliki zat hijau daun yang dikenal dengan istilah klorofil. Dengan adanya klorofil ini, tumbuhan mampu memproduksi makanannya sendiri lewat proses fotosintesis.


Contoh dari kingdom ini adalah keseluruhan tumbuhan termasuk paku-pakuan, lumut, serta ganggang. Jamur pun termasuk ke dalam kingdom ini walaupun tidak memiliki klorofil.


Dunia Hewan (Kingdom Animalia)

Ada banyak sekali jenis hewan yang hidup di dunia, dari yang ukurannya kecil hingga besar, dari yang hidupnya bebas ataupun menjadi parsit pada organisme lain, dari yang hidupnya di air maupun di darat. Tidak seperti tumbuhan, hewan adalah makhluk hidup yang dapat bergerak bebas dan tidak memiliki dinding sel serta tidak berklorofil.


Kelompok organsime yang termasuk ke dalam dunia hewan meliputi hewan uniseluler Protozoa, hewan berpori (Porifera), hewan berongga (Coelenterata), kelompok cacing (Vermes), hewan bertubuh lunak (Mollusca), hewan beruas (Arthopoda), hewan berduri (Echinodermata) dan hewan bertulang belakang (Chordata).


Sistem Klasifikasi 3 Kingdom

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, sistem klasifikasi 2 kingdom diperbaharui menjadi sistem 3 kingdom yang dikemukakan oleh ilmuan berkebangsaan Jerman, Ernst Haeckel pada tahun 1866. Jika dalam sistem klasifikasi sebelumnya jamur masuk ke dalam dunia tumbuhan, maka pada sistem klasifikasi 3 kingdom ini, jamur tidak termasuk ke dalam dunia tumbuhan lagi.


Hal ini disebabkan dinding sel jamur bukan tersusun atas selulosa melainkan dari kitin. Selain itu jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis seperti tumbuhan. Pengelompokkan makhluk hidup dalam sistem 3 kingdom sebagai berikut


Dunia Jamur (Kingdom Fungi)

Organisme yang dikelompokkan ke dalam kingdom fungi mendapat makanan dengan cara absorbsi (menyerap makanan) dari organisme lain (parasit) maupun dari organisme yang telah mati (saprofit) atau


Beberapa ciri dari jamur yang perlu diketahui, yaitu:


Multiseluler (terdiri atas banyak sel)

Eukariotik (memiliki membran inti)

Dinding sel jamur tersusun ataskitin

Tidak dapat berfotosintesis

Dunia Tumbuhan(Kigdom Plantae)

Merupakan organisme yang mampu memproduksi makanannya sendiri atau dikenal dengan sebutan autotrof.


Ciri-khas dari tumbuhan adalah sebagai berikut:


Multiseluler

Eukariotik

Mampu berfotosintesis

Dinding sel terbuat dari selulosa

Dunia Hewan(Kingdom Animalia)

Merupakan organisme eukariotik yang bergerak aktif dan mendapatkan makanan dengan cara memakan organisme lain atau disebut heterotrof. Sama halnya dengan sistem klasifikasi 2 kingdom, kelompok organisme yang termasuk ke dalam dunia hewan dimulai dari Protozoa hingga Chordata.


Pengelompokkan 3 kingdom oleh Ernst Haeckel mempunyai kekurangan yaitu bakteri tidak bisa dimasukkan ke dalam 3 kingdom tersebut, karena bakteri berukuran sangat kecil dan tidak memiliki membran nti sel, sehingga tidak memenuhi persamaan ciri dari salah satu kingdom tersebut.


Sistem Klasifikasi 4 Kingdom

Klasifikasi ini berkembang pesat setelah ditemukannya nukleus atau inti sel. Seorang ilmuan berkebangsaan Amerika, Herbert Copeland memisahkan organisme yang tidak memiliki membran inti dan memasukkannya ke dalam kingdom Monera dan dikenal sebagai organisme prokariotik. Adapun keempat kingdom yang menyusun sistem ini adalah sebagai berikut.


Kingdom Monera

Kingdom ini terdiri atas organisme yang tidak memiliki membran inti atau yang sering disebut sebagai organisme prokariotik, contohnya adalah bakteri dan alga hijau-biru.


Kingdom Fungi (Jamur)

Kingdom ini terdiri atas organisme uniseluler maupun multiseluler dengan dinding sel tersusun atas Keseluruhan organisme dalam kingdom ini tidak memiliki klorofil sehingga dalam pemenuhan nutrisinya dilakukan dengan menjadi parasit ataupun saprofitik.Kingdom Plantae

Anggota kingdom Plantae adalah keseluruhan organisme yang mampu melakukan fotosintesis yakni ganggang, lumut, paku, dan tumbuhan berbiji.


Kingdom Animalia

Anggota kingdom Animalia adalah keseluruhan organisme yang tidak berklorofil, tetapi mampu bergerak aktif, mulai dari Protozoa hingga Chordata.


Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Pada sistem klasifikasi 5 kingdom, makhluk hidup dikelompokkan menjadi: 5 dunia besar yakni Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Sistem ini dikemukakan oleh R.H. Whittaker pada tahun 1969 berdasarkan susunan sel, tingkatan organisme, dan cara pemenuhan makanannya.


Jika dirujuk pada pembahasan sebelumnya, ganggang berada dalam kingdom Plantae dan protozoa berada dalam kingdom Animalia, kini keduanya berada dalam satu kingdom yaitu Protista.


Kingdom Monera

Kingdom Monera memiliki anggota keseluruhan organisme uniseluler yang tidak mempunyai membran inti. Contoh dari kingom ini adalah bakteri dan ganggang hijau biru.


Kingdom Protista

Yaitu keseluruhan organisme, baik uniseluler maupun multiseluler yang mempunyai membran inti tetapi belum berdiferensiasi, seperti:


Protista menyerupai ganggang

Protista menyerupai jamur

Protista menyerupai hewan

Kingdom Fungi

Keseluruhan organisme yang mempunyai membran inti, terdiri atas banyak sel maupun tunggal, dan mendapatkan makanan secara saprofit ataupun parasit.


Kingdom Plantae

Organisme bersel banyak maupun tunggal yang dapat memproduksi makanannya sendiri (autotrof) karena memiliki klorofil dan bereproduksi secara kawin (generatif) maupun tidak kawin (vegetatif). Tidak seperti hewan, tumbuhan tidak dapat melakukan pergerakan secara aktif.


Kingdom Animalia

Keseluruhan organisme yang tidak dapat melakukan fotosintesis, tetapi bisa melakukan pergerakan yang aktif untuk membantu dalam mencari makanan. Cara mendapatkan makanan dalam kingdom animalia yaitu dengan cara memakan organisme lain.


Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Sistem klasifikasi 6 kingdom dikembangkan berdasarkan data evolusi genetik dan molekuler yang dikemukakan oleh seorang ahli biologi molekuler Carl Woese pada tahun 1977. Dalam klasifikasi ini, makhluk hidup dibedakan menjadi:


Kingdom Eubacteria

Ciri dari kingdom ini adalah organismenya bersel tunggal dan sel tersebut sifatnya prokariotik (tidak mempunyai membran inti). Contoh anggota kingdom Eubacteria adalah bakteri yang terdapat dalam kehidupan kita sehari-sehari, seperti bakteri Escherichia coli yang ada di usus kita.


Kingdom Archaebacteria

Hampir mirip dengan Eubacteria, ciri dari Archaebacteria juga bersel tunggal dan prokariotik. Hal yang dapat membedakan kedua kingdom tersebut adalah habitat atau tempat tinggal dari kebanyakan organisme Archaebacteria yang berada di tempat ekstrim.


Selain dari habitatnya, proses transkripsi dan translasi Archaebacteria lebih mirip dengan Protista daripada Eubacteria sehingga kingdom keduanya dipisahkan.


Kingdom Protista

Kingdom yang satu ini terbilang unik, karena mirip tumbuhan, mirip jamur, juga mirip hewan, sehingga dibedakan menjadi 3 jenis, seperti yang Burhan bahas pada klasifikasi sebelumnya, yaitu: Protista mirip jamur, Protista mirip tumbuhan dan Protista mirip hewan.


Kingdom Fungi

Ciri dari kingdom ini adalah sel bersifat eukariotik yang tersusun atas sel tunggal maupun banyak., tidak memiliki klorofil, dan bisa bersifat saprofitik maupun parasit.


Kingdom Plantae

Pasti kamu sudah paham mengenai kingdom yang satu ini. Ya, tumbuhan adalah organisme dengan banyak sel dan juga memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanan sendiri yang dibantu oleh sinar matahari. Proses pembuatan makanan ini dikenal dengan istilah fotosintesis.


Kingdom Animalia

Merupakan kelompok organisme yang bergerak aktif. Animalia dibagi lagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu:


Hewan bertulang belakang

Hewan yang tidak mempunyai tulang belakang.

Makhluk hidup yang ada di dunia ini memiliki beragam jenis,bentuk, dan ciri yang berbeda-beda. Untuk itu, perlu dibedakan ke dalam kelompok-kelompok tertentu, seperti yang kamu pelajari pada pembahasan di atas, supaya kita lebih mudah untuk mengenalnya. Kategori yang ditetapkan tadi, sudah melalui serangkaian kegiatan penelitian maupun observasi yang panjang.


Oleh sebab itu, kajian mengenai Klasifikasi makhluk hidup ini amat sangat penting karena memudahkan manusia dalam mengenali beragam jenis makhluk hidup yang ada di alam.



Komentar

Popular

penemuan drone Asing di Indonesia || di duga milik cina

Apakah itu vaksin

kromosom