Ihsan
A. Pengertian Ihsan Secara Bahasa dan Istilah
Secara bahasa ihsan berarti berbuat baik. Ihsan adalah kebalikan dari Isa'ah yang berarti berbuat buruk. Sedangkan pengertian ihsan secara istilah itu terdiri dari dua jenis :
Ihsan dalam Ibadah kepada Allah
Ihsan Kepada Sesama Makhluk
Ihsan dalam ibadah kepada Allah adalah seorang hamba yang beribadah kepada Allah seakan-akan ia melihat Allah, apabila ia tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Allah melihatnya.
Ihsan kepada sesama makhluk adalah mendermakan dengan segala jenis kebaikan pada siapapun makhluk (baik manusia maupun hewan) sesuai hak dan kedudukannya.
Al-Jurjani mengatakan :
الحسن هو كون الشيء ملائما للطبع كالفرح وكون الشيء صفة الكمال كالعلم وكون الشيء متعلق بالمدح كالعبادات وهو ما يكون متعلق المدح في العاجل والثواب في الآجل
Kebaikan adalah terwujudnya sesuatu yang memperbaiki perangai, seperti rasa senang, terwujudnya sifat yang sempurna, seperti ilmu, terwujudnya sesuatu yang berkaitan dengan hal terpuji, seperti ibadah, dan apapun yang berkaitan dengan hal terpuji baik di dunia maupun di akhirat[1]
B. Dalil-dalil Tentang Ihsan dalam Al-Quran
1. Ihsan adalah Perintah Allah
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
[QS. An-Nahl : 90]
Dalam tafsir As-Sa’di disebutkan : Ihsan (berbuat kebajikan) adalah keutamaan yang dianjurkan seperti memberikan manfaat kepada manusia dengan harta, badan, ilmu dan segala sesuatu yang bermanfaat lainnya. Hingga berbuat baik pada hewan ternak pun juga termasuk ihsan.[2]
2. Berbuat Baiklah Kepada Setiap Orang
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
[QS. Al-Baqarah : 83]
As-Sa’di menafsirkan : Yakni berbaktilah kepada kedua orang tua. Perintah ini bersifat kebaikan secara umum, baik itu dengan ucapan maupun perbuatan. Termasuk juga larangan berbuat buruk kepada kedua orang tua, atau tidak berbuat baik mesikupun tidak berbuat buruk. Karena, jika berbuat baik adalah suatu kewajiban, maka melakukan kebalikannya adalah sebuah larangan.
Kebalikan dari berbuat baik pada kedua orang tua itu ada dua (yaitu) :
1. Berbuat buruk, yang mana ini merupakan kejahatan yang paling besar
2. Tidak berbuat baik, tidak juga berbuat buruk, dan ini diharamkan, akan tetapi tidak sama dengan yang pertama
Demikian pula berbuat baik kepada kerabat dengan bersilaturahmi, berbuat baik pada anak-anak yatim, dan juga orang miskin sama wajib hukumnya. Adapun rincian dalam berbuat baik ini tidak terbatas pada bilangan, akan tetapi sesuai dengan ketetapan.
Kemudian, pada perintah selanjutnya Allah perintahkan untuk berbuat baik kepada manusia secara umum, Allah berfirman (yang artinya) : “serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia”. Diantara ucapan yang baik adalah memerintahkan pada kebaikan, melarang dari kemungkaran, mengajarkan ilmu, menyebarkan salam, wajah berseri, dan lain sebagainya.
Apabila seseorang tidak mampu berbuat baik pada orang dengan hartanya maka Allah perintahkan dengan perbuatan baik kepada setiap makhluk yang mampu ia kerjakan, yaitu dengan ucapan yang baik. Maka dari itu ayat ini juga mengandung larangan berkata buruk, bahkan kepada orang kafir sekalipun.[3]
3. Bersikap Baik Ketika Membayar Diat
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنثَىٰ بِالْأُنثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.
[QS. Al-Baqarah : 178]
4. Berbuat Baiklah Sebagaimana Allah Berbuat Baik Padamu
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
[QS. Al-Qashash : 77]
Asy-Syaukani menafsirkan : maksud dari “dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu” adalah berbuat baiklah kepada hamba-hamba Allah sebagaimana Allah berbuat baik padamu yakni Allah telah memberikan nikmat dunia kepadamu.[4]
5. Rahmat Allah Dekat dengan Orang Baik
إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ
Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
[QS. Al-A’raaf : 56]
Ibnul Qayyim mengatakan : Ayat ini mengandung peringatan yang jelas bahwa perintah berbuat baik yang dituntut oleh Allah kepada kalian dan yang kalian tuntut dari Allah adalah rahmat-Nya, dan rahmat Allah itu dekat pada orang-orang yang berbuat baik.
Mereka itulah orang-orang yang mengerjakan apa yang Allah perintahkan dengan berdoa kepada-Nya dengan harapan (diterima doanya) dan rasa khawatir (tidak diterima doanya). Dengan mengerjakan perintah itu maka Allah dekatkan apa yang kalian tuntut dari Allah yaitu rahmat.
Rahmat yang Allah berikan tergantung seberapa besar kalian mengerjakan apa yang Allah tuntut dari kalian yaitu berbuat baik, yang mana sebenarnya berbuat baik itu sendiri merupakan berbuat baik kepada diri kalian sendiri, karena Allah ta’ala itu Maha Kaya dan Maha Terpuji (tidak butuh dengan perbuatan baik kalian). Apabila kalian berbuat baik maka sebenarnya kalian telah berbuat baik pada diri kalian sendiri.[5]
C. Dalil-dalil Tentang Ihsan dalam As-Sunnah
1. Berbuat Baik Ketika Menyembelih
إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
Sesungguhnya Allah mewajibkan perbuatan baik terhadap segala sesuatu. Apabila kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik. Dan apabila kalian menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik. Tajamkanlah pisanmu dan senangkanlah hewan sembelihanmu.
[HR. Muslim : 1955]
2. Keutamaan Berbuat Baik dalam Islam
قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنُؤَاخَذُ بِمَا عَمِلْنَا فِي الجَاهِلِيَّةِ؟ قَالَ: «مَنْ أَحْسَنَ فِي الإِسْلاَمِ لَمْ يُؤَاخَذْ بِمَا عَمِلَ فِي الجَاهِلِيَّةِ، وَمَنْ أَسَاءَ فِي الإِسْلاَمِ أُخِذَ بِالأَوَّلِ وَالآخِرِ
Seorang lelaki bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah perbuatan kami selama jahiliyyah akan dihukum?”
Rasulullah menjawab : “Barang siapa yang berbuat baik di dalam Islam maka apa yang ia perbuat di masa jahiliyyah tidak akan dihukum, namun apabila ia berbuat buruk di dalam Islam maka apa yang ia perbuat dari awal hingga akhir akan dihukum.”
[HR. Bukhari : 6921]
3. Berbakti Pada Orang Tua Adalah Jihad
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَسْتَأْذِنُهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ: أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ
Seorang lelaki datang pada Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk meminta izin mengikuti jihad. Rasulullah bertanya : “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”
Ia menjawab : “Iya”
Rasulullah bersabda : “Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya!”
[HR. Muslim : 2549]
4. Berbuat Baik pada Wanita
أَلَا وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا، فَإِنَّمَا هُنَّ عَوَانٌ عِنْدَكُمْ، لَيْسَ تَمْلِكُونَ مِنْهُنَّ شَيْئًا غَيْرَ ذَلِكَ، إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ، فَإِنْ فَعَلْنَ فَاهْجُرُوهُنَّ فِي المَضَاجِعِ، وَاضْرِبُوهُنَّ ضَرْبًا غَيْرَ مُبَرِّحٍ، فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا، أَلَا إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسَائِكُمْ حَقًّا، وَلِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا، فَأَمَّا حَقُّكُمْ عَلَى نِسَائِكُمْ فَلَا يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ مَنْ تَكْرَهُونَ، وَلَا يَأْذَنَّ فِي بُيُوتِكُمْ لِمَنْ تَكْرَهُونَ، أَلَا وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تُحْسِنُوا إِلَيْهِنَّ فِي كِسْوَتِهِنَّ وَطَعَامِهِنَّ
Ingatlah, berbuat baiklah kalian pada para istri, karena sesungguhnya mereka adalah tawanan kalian. Kalian tidak memiliki hak mereka lebih dari itu, kecuali apabila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata.
Jika mereka berbuat keji maka pisahilah tempat tidur mereka dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Apabila mereka sudah taat pada kalian maka janganlah mencari jalan untuk memberatkan mereka.
Ingatlah sesungguhnya kalian memiliki hak atas istri-istri kalian, dan istri-istri kalian memiliki hak atas kalian.
Adapun hak kalian atas istri-istri kalian adalah mereka tidak boleh memasukkan orang yang kalian benci pada tempat tidur kalian (selingkuh), dan tidak boleh memberi izin tamu yang kalian benci masuk ke dalam rumah kalian.
Ingatlah, hak mereka para istri atas kalian adalah kalian berbuat baik kepada mereka dengan memberikan pakaian dan makanan.
[HR. Tirmidzi : 1163]
5. Berbuat Baik pada Tetangga
قَالَ رَجُلٌ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَيْفَ لِي أَنْ أَعْلَمَ إِذَا أَحْسَنْتُ، وَإِذَا أَسَأْتُ؟ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا سَمِعْتَ جِيرَانَكَ يَقُولُونَ: أَنْ قَدْ أَحْسَنْتَ، فَقَدْ أَحْسَنْتَ، وَإِذَا سَمِعْتَهُمْ يَقُولُونَ: قَدْ أَسَأْتَ، فَقَدْ أَسَأْتَ
Seorang lelaki bertanya pada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Bagaimana aku mengetahui bahwa aku telah berbuat baik atau berbuat buruk?”
Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Apabila kalian dengar tetanggamu mengatakan bahwa engkau telah berbuat baik, maka sesungguhnya engkau telah berbuat baik. Namun, apabila kalian dengar tetanggamu mengatakan bahwa engkau telah berbuat buruk, maka sesungguhnya engkau telah berbuat buruk.
[HR. Ibnu Majah : 4223]
D. Contoh Ihsan dalam Islam
Selain ihsan kepada Allah, yakni beribadah kepada Allah dan tidak berbuat syirik, seorang muslim juga wajib berbuat baik kepada orang lain. Allah ta’ala berfirman :
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.
[QS. An-Nisa’ : 36]
Berikut ini contoh-contoh penerapan ihsan dalam kehidupan sehari-hari :
1. Ihsan dalam Beribadah Kepada Allah
Ihsan dalam ibadah kepada Allah adalah “Engkau beribadah kepada-Nya seakan-akan engkau melihatnya, apabila engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Ia melihatmu.”.
Baca Juga : Penjelasan Hadits Tentang Ihsan
Contoh ihsan dalam hal ibadah adalah :
Menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya
Mengerjakan ibadah-ibadah yang diperintahkan oleh Allah seperti shalat, puasa, haji dan sebagainya.
Tidak berbuat bid’ah atau mengerjakan ibadah yang tidak diperintahkan.
Mengerjakan ibadah dengan menyempurnakan syarat dan rukun-rukunnya, menjalankan sunnah-sunnahnya serta adab-adabnya.
Semua contoh ini tidak akan mampu kita jalani kecuali apabila kita merasa bahwa kita melihat Allah ta’ala, atau setidaknya merasa diawasi oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
2. Ihsan Kepada Kedua Orang Tua
Banyak sekali dalil-dalil dalam Al-Quran dan As-Sunnah yang mewajibkan berbuat baik atau ihsan kepada kedua orang tua.
Al-Qurthubi mengatakan bahwa para ulama mengatakan : “Orang yang paling berhak disyukuri, diperlakukan baik, dibakti, dan ditaati, disamping ihsan kepada Allah dengan beribadah, taat, dan bersyukur kepadanya dengan memujinya adalah kedua orang tua. Allah ta’ala berfirman (yang artinya) : Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu”
Contoh ihsan kepada kedua orang tua :
Berbuat baik kepada keduanya
Mematuhi perintah keduanya selama tidak melanggar aturan Allah
Memohon kepada Allah agar dosa keduanya diampuni
Melaksanakan amanah keduanya
Memuliakan teman-teman keduanya
Mencari ridha dari keduanya
3. Ihsan Kepada Kerabat
Kewajiban selanjutnya adalah berbuat baik kepada kerabat atau keluarga. Salah satu bentuk atau contoh ihsan kepada kerabat adalah bersedekah kepada mereka, Allah ta’ala berfirman :
وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ
memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya
[QS. Al-Baqarah : 177]
Contoh berbuat baik kepada kerabat, diantaranya :
Mengutamakan infak kepada kerabat setelah orang tua
Menyayangi kerabat
Bersimpati kepada kerabat
Tidak berbuat buruk kepada mereka
Menyambung tali silaturahmi
4. Ihsan kepada Tetangga
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya berbuat baik kepada tetangga
[HR. Muslim : 48]
Contoh berbuat baik kepada tetangga :
Memperbanyak kuah sayur untuk diberikan kepada tetangga
Tidak mengganggu tetangga baik dengan lisan maupun perbuatan
Memberikan makan kepada tetangganya yang lapar
Memberikan rasa aman pada tetangga
Berbuat baik kepada tetangga meskipun orang kafir
5. Ihsan Pada Anak Yatim
Diantara contoh berbuat baik kepada anak yatim adalah :
Menjaga hak dan harta mereka
Mendidik mereka
Mengajarkan etika kepada mereka
Mengusap atau mengelus kepala mereka
Berlemah lembut kepada mereka
6. Ihsan Kepada Orang Miskin
Diantara contoh berbuat baik kepada orang miskin adalah :
Memberikan makanan kepada orang miskin
Memberi pakaian kepada orang miskin
Tidak memandang rendah orang miskin
Tidak menghina orang miskin
Tidak berperilaku kasar pada orang miskin
7. Ihsan Kepada Pelayan atau Pegawai
Diantara contoh dan cara berbuat ihsan kepada pelayan adalah :
Memberikan upah sebelum keringatnya mengering (tidak menunda pemberian upah)
Tidak memaksa bekerja atau melayani diluar kemampuan
Tidak memberikan beban yang tidak sanggup dikerjakan
Menjaga kemuliaan pelayan atau pegawai
Menjaga kehormatan pegawai
8. Ihsan dalam Bermuamalah
Allah ta’ala memerintahkan hamba-Nya untuk berbuat adil dan ihsan. Oleh karena itu sebagai seorang hamba kita patut berbuat adil dan ihsan dalam segala hal, termasuk bermuamalah.
Diantara contoh ihsan dalam bermuamalah ialah :
Tidak saling menipu dalam jual beli
Saling memudahkan dalam jual beli
Membayar sesuai dengan harga
Melunasi utang bila berpiutang dan tidak menundanya
Tidak mempersulit dalam transaksi utang piutang
Menyedekahkan bila pengutang tak sanggup membayar
Memaafkan kesalahan orang yang meminta maaf
Menangguhkan pada fakir yang berpiutang atau menyedekahkannya
9. Ihsan Pada Orang Yang Berbuat Buruk
Tahukah Anda? Ternyata seorang muslim juga dianjurkan untuk berbuat baik pada orang yang berbuat buruk. Allah ta’ala berfirman :
ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
[QS. Fush-shilat : 34]
Contoh berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk diantaranya :
Memaafkan orang yang berbuat keburukan
Meninggalkan pertengkaran
Mendekati orang yang menjauhi
Melupakan kesalahan orang lain
Melupakan rasa sakit
Bermurah hati kepada orang yang menyakiti
Menahan amarah
Berbuat kebalikan dari yang dilakukan oleh orang yang berbuat buruk/Membalas dengan kebaikan
10. Ihsan Kepada Orang Lain dengan Ucapan Kebaikan
Diantara contoh ihsan dengan ucapan adalah :
Memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran
Mengajarkan ilmu kepada orang lain
Membimbing menuju kebenaran pada orang yang tersesat
Tidak merendahkan atau menghina orang lain
Memilih kata/kalimat yang baik dalam bertutur kata
Tidak memanggil dengan julukan yang buruk
Tidak mencerca atau mengumpat
Tidak mengutuk dan melaknat
Menggunakan nada dan cara bicara yang dianggap sopan
Tidak menyakiti dengan perkataan
11. Ihsan dalam Perdebatan
Allah ta’ala berfirman :
وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
dan bantahlah mereka dengan cara yang baik
[QS. An-Nahl : 125]
Adapun contoh dan cara ihsan dalam perdebatan adalah :
Tidak merendahkan lawan debat
Meninggalkan perdebatan jika terjadi pertengkaran
Memperhatikan etika berbicara
Menerima kebenaran yang disampaikan lawan debat apabila argumen lawan lebih kuat
Tidak memaksakan pendapat apabila ternyata pendapat kita lebih lemah
Tidak berdebat untuk mencari kemenangan
12. Ihsan Kepada Hewan
Tidak hanya kepada manusia, seorang muslim juga diperintahkan untuk ihsan atau berbuat baik kepada hewan baik hewan ternak seperti kambing, sapi kerbau maupun peliharaan seperti kuda, keledai, dan sebagainya. Diantara contoh berbuat baik kepada hewan adalah :
Memberikan makanan dan minuman
Mengobatinya apabila sakit
Tidak membebani pekerjaan pada hewan diluar kesanggupan
Tidak menunggangi hewan diluar kesanggupannya
Mengistirahatkannya apabila lelah
Tidak berbuat kasar pada hewan atau menyiksanya
Menajamkan pisau sebelum menyembelih dan tidak menyiksanya ketika hendak menyembelihnya
Komentar
Posting Komentar